Nice Social Bookmark

Facebook IMSAGoogle BookmarksIMSA TVPinterest

Assalamu'alaikum wr.wb.,

 
Belum lama saya lihat ada tulisan yang sengaja disebarkan anti-Islam evangelists dan missionaries di Indonesia dengan maksud membuat keragu-ragukan umat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW. Malah ada yang mengklaim lima tuduhan ini membuat ada "ulama", "kiyai haji" yang keluar dari Islam dan masuk Kristen karena tidak dapat membantahnya.
 
Berikut jawaban singkat terhadap tuduhan2 ini. Tolong dikoreksi dan ditambahkan kalau ada yang salah dan kurang. Semoga bermanfaat buat yang membutuhkan. 
 
Muhammad = Nabi Palsu?
 
Muhammad tidak ada saksi Nabi lain bersamanya.
• Mereka mengklaim bahwa setiap Nabi di Bible selalu didampingi oleh saksi Nabi lainnya, misalnya Moses dengan Aaron, Jesus dengan John.
• Kriteria kenabian macam ini hanya dibuat-buat saja, tidak pernah dikenal dalam tradisiYahudi maupun Kristiani. Banyak para Nabi di Bible (e.g. Noah, Job, Jonah, Elijah, Jeremiah, etc) yang tidak didampingi saksi Nabi lainnya. Apakah ini berarti mereka Nabi palsu?
 
Tidak ada satupun ramalan yang jelas-jelas datangnya Nabi Muhammad setelah Jesus di dalam Bible.
• Mereka sendiri mengklaim bahwa Jesus sudah diramalkan oleh para Nabi yang telah datang sebelumnya di Old Testament (Isaiah, Psalm, etc) di Bible. Tapi faktanya semua ayat-ayat yang diklaim mengandung ramalan ini tidak ada yang jelas “literally”, melainkan “metaphorical”, “multi-interpretation”, yang bisa ditafsirkan beda antaraYahudi dan Kristiani.
 
Mengapa Tuhan harus menunggu 600 tahun setelah Jesus untuk mengutus Muhammad? 
• Mereka sendiri percaya bahwa Jesus telah diramalkan kedatangannya jauh hari semasa Moses masih hidup, padahal beda antara Jesus dan Moses sekitar 1400 tahun. MengapaTuhan harus menunggu 1400 tahun lamanya setelah Moses untuk mengutus Jesus? Apakah ini berarti Jesus juga Nabi palsu?
• Keputusan kapanTuhan mengutus Nabinya itu adalah hak-Nya semata. Hanya Dia yang mengetahui hikmah di balik ketepatan waktu diutus Nabinya.
 
Para Nabi itu diutus dari Bani Israil (Children of Israel), sedang Muhammad itu dari Arab.
• “Bani Israil” di Bible adalah keturunan dariJacob yang memiliki title “Israil” (Genesis 32:28). Jadi sebelum itu belum ada Bani Israil. Ini berarti para Nabi sebelum Jacob, e.g. Noah, Abraham, Ishmael, Isaac, etc. bukan termasuk Bani Israil. Di Bible pun disebutkan bahwa ada Nabi dari bukan keturunan Israil, contohnya Balaam. Jadi klaim ini hanya dibuat-buat saja, tidak pernah dikenal dalam tradisiYahudi dan Kristiani.
• Di Bible sendiri ada ayat yang bisa ditafsirkan bahwa suatu saat “otoritas Kenabian” yang biasanya ada di Bani Israil akan pindah ke bangsa yang di”reject” mereka (yakni Arab):
Jesus said to them, “Did you never read in the Scriptures, ‘The stone which the builders rejected has become the cornerstone; this is the Lord’s doing, and it is marvelous in our eyes’ ? Therefore I say to you, the kingdom of God will be taken away from you and given to a people, producing the fruit of it. Whoever falls on this stone will be broken to pieces; but on whomever it falls, it will scatter him like dust.” (Matthew 21:42-43)
 
Qur’an menyebutkan Muhammad tidak memiliki mukjizat sedang para Nabi harus ada mukjizat. 
• Mereka mengutip beberapa ayat Qur’an (e.g. 2:118, 6:37) di luar konteks. Padahal ada ayat di Bible yang menerangkan konteks yang sama:
• The Pharisees came and began to question Jesus. To test him, they asked him for a sign from heaven. He sighed deeply and said, "Why does this generation ask for a miraculous sign? I tell you the truth, no sign will be given to it.“ (Mark 8:11-13)
• “He answered, “A wicked and adulterous generation asks for a sign! (Mathew 12:39)
• Mengapa mereka tidak mengutip ayat-ayatQur’an yang menyebutkan mu’jizat Nabi (e.g. 17:88, 15:19, 17:1, 54:1-2) dan banyak sekali hadits shahih tentang hal ini?
• Al Qur’an merupakan mu’jizat terbesar Nabi karena sampai sekarang pun kita masih bisa menyaksikan kemu’jizatannya (dari segi bahasa, isi, dan kemudahan menghapalkannya dari generasi ke generasi sehingga terpelihara isinya). Tidak seperti mu’jizat para Nabi sebelumnya yang hanya bisa dibaca dalam kitab-kitab agama.
 
Wallahu'alam.
--
Wassalam,
Ridha