Idul Fitri telah tiba.
Saat kita bersukacita dan bersyukur kepada Allah Swt. karena telah mengizinkan kita untuk menyelesaikan bulan Ramadan yang penuh berkah.
Ini adalah hari kita mengucapkan ”Mohon Maaf Lahir Batin,” dan memakai pakaian baru, melambangkan jiwa manusia yang diperbarui pada hari ini.
Hari yang penuh kedamaian, sukacita, tawa, makanan dan persaudaraan.
Bahkan ketika bencana menimpa umat Islam.
Apakah para Sahabat tidak merayakan Idul Fitri setelah musibah terbesar yang menimpa mereka, yaitu perpisahan dan wafatnya Rasulullah saw?
Bukankah para pendahulu kita merayakan Idul Fitri ketika berada di bawah pengepungan dan kelaparan di tahun Ramadah?
Merayakan Idul Fitri adalah bentuk ketaatan kepada Allah, sebagaimana kita berpuasa Ramadan mentaati perintah-Nya
Dalam hati yang dibebani oleh duka dan keputusasaan, hari ini adalah kesempatan untuk menanamkan harapan yang mengilhami perbuatan
Mereka yang terkepung di perang Khandaq, adalah mereka yang menaklukkan Makkah.
Yang menyaksikan kekalahan umat Islam di tangan Mongol adalah mereka yang membangunnya kembali di atas tembok Ain Jalut.
Umur umat Islam lebih panjang dari umur kita. Lebih lama dari masa-masa sulit dan berkuasanya para tirani.
Sebarkan kegembiraan di jalan-jalan, di rumah-rumah, dan di wajah anak-anak kita. Tanamkanlah kebahagiaan di dalam hati. Hiasi rumah, berilah hadiah, bertasbihlah kepada Allah, dan kumandangkan kebesaran-Nya.
وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
dan agungkan Allah (kumandangkan takbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. (2:185)
Percayalah bahwa pertolongan sudah dekat, dan bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan umat Muhammad saw.
اَللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُ أَكْبَرُ لا إِلهَ إِلاَّ الله
اَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
We ask Allah that our next Eid will be Eid of honor and victory for the entire Ummah
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنكُم وَكُلُّ عامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Leave A Comment